Hanya Sebuah Obrolan

#Prolog#

Siang itu menunjukkan pukul 2 kurang 20 menit. Di terminal bus purwokerto, saya langsung naik dan mencari tempat duduk terdepan. Saya bersebelahan dengan seorang bapak, entah seperti apa beliau saya tidak memperhatikan..

#PLN sebagai komoditas politik#

Setelah berhenti di POM bensin, saya tidak bisa tidur lagi. Dan mulailah saya dan bapak tadi berbincang. Ternyata beliau adalah seorang pegawai PLN. Usia berkisar diatas 50 tahun. Tampang (seperti) preman, dengan rambut gondrong yang sudah beruban, dan memakai topi. Ternyata beliau juga seorang anggota klub motor gede di jogja. Beliau saja kaget, kok tumben2nya ada orang yang mau duduk sebelahan sama dia dengan tampang beliau yang preman gitu, cewe’ pula, tegel banget cewe’ ini, pikirnya.

(bla-bla-bla..kami pun terus berbincang)

Saya: “Pak, sekarang mang lagi sering-seringnya pemadaman listrik ya?” Continue reading

Today, I’m feeling blue..

berawal dari YM’an di pagi hari ini tadi..with someone special..

just say hello and ga penting gitu,,,

setelah off, saya sms teman saya yang juga temannya dia. saya lupa sms gimana (kamu inget??), terus tiba2 dia balas gini,

“kemarin aku liat dia boncengan ma cewenya..”

(saya lupa, habis itu saya balas gimana, trus dia sms lagi)

“mau ta’ kirimin gambarnya..??”

whuaaaaaa…………………………………… Continue reading

(Perjuangan) Mencari Gelar (1)

Hmm.. ternyata untuk mendapatkan gelar sarjana susah juga ya.. teman-teman pasti sepakat kan akan hal itu???!? Saya ingin (cepat) lulus (kuliah).. Kenapa?? Karena kalau sudah lulus saya boleh married itu merupakan bekal untuk kehidupan saya kelak? Pendidikan penting menurut saya. Karena pendidikan membentuk pola pikir seseorang (dalam menghadapi masalah).

Ini Cuma sedikit cerita saya sewaktu berjuang berusaha mendapatkan bahan yang akan saya jadikan oleh-oleh warisan untuk kampus. Hihihi… bingung juga mau mulai cerita darimana. Oh iya, kemarin kan saya bilang akan lama tidak membuat postingan, eh, ternyata ga tahan juga untuk ga mosting, hehe…

Hari pertama saya berada di baturraden, saya tinggal dirumah (horror) seorang ibu yang juga pegawai sana, yang juga baru saya kenal. Dan ternyata ibu tersebut cuek, makan ga teratur, dan bla-bla-bla lainnya, yang membuat hidup saya disana terasa berat membosankan. Didukung cuaca yang tiap sore sampai malam selalu hujan, lampu kuning yang temaram, hanya mempunyai satu tetangga, setiap menjelang malam saya kesepian bingung mau ngapain, listrik aja njeglek kalau saya mau mulai ngetik, ga ada tv (ada sih, tapi dikamar ibunya, hiks), air kadang-kadang juga ga ngalir… cuma 1 hal yang menghibur saya, yaitu handphone! Untungya jaringan disana ga error. Dan listrik untuk ngeces juga cukup! Alhamdulillah..

Saya mau posting gambar saja aah… Continue reading

(Indahnya) perjalanan (Baturraden) Purwokerto….

Hmm… bingung nih mau mulai cerita darimana.. tulisan ini saya buat setelah saya datang dari Pwt (purwokerto) tepatnya sekitar setengah jam yang lalu.. Saya mau cerita dari awal berangkat aja deh…

Mula-mula bin pada akhirnya saya pergi juga ke pwt hari senin pagi jam 9 naik Bus Patas Raharja dengan diantar sepupu saya hanya sampai terminal.. sebelum berangkat, kami sarapan dulu di Lontong Sayur Sumatera. Saya pun memilih bangku terdepan di bus, karena saya Mabok bin ga tahan naik kendaraan roda empat (huhuuu…ga bakat jadi orang kaya apa ya??ga tahan naik mobil, ga tahan AC (langsung beleran).. hukZhukz… kira-kira baru 2 jam perjalanan, perut saya terasa berputar-putar, melilit-lilit, dan pada akhirnya saya tidak bisa menahan rasa untuk mengeluarkan isi perut saya (maaf) dan terjadilah hal yang saya pikirkan sejak pertama masuk bus. Mabok. Untungnya saya sudah sedia 1 bungkus (bayangpun!) plastic untuk mengatasi hal tersebut. 2 jam kemudian, saya tiba di terminal Purwokerto. Disana saya dijemput kakaknya teman kost saya, laki-laki. Dan saya belum pernah melihat dia sebelumnya. Agak lama dia baru datang, disaat Pwt sedang diguyur hujan lebat. Tak lama kami pun tiba dikost’an dia.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 lebih. Dan tempat tujuan saya saat itu sudah tutup. Lalu bingunglah saya, dimana saya akan tinggal malam ini?? Continue reading

Perasaan saya siang ini…

Bingung,…

Perasaan itulah yang ada pada saya sekarang ini… dengan sangat tiba-tiba, teman saya bilang besok ga jadi berangkat ke baturraden dengan saya.

Ada beberapa hal yang membuat saya bingung bin banget.. Pertama, saya sudah bilang dosen pembimbing saya kalo senin besok fix mau pergi ke tempat tersebut. Kedua, saya dah harus buru-buru kesana mengambil data untuk seminar saya desember besok. Ketiga, seharusnya ini sudah berjalan sejak sebelum lebaran kemarin, karena itu saya ga mau menunda-nundanya lagi.. Continue reading

Sore yang kelam untuk (UGM) jogja…

Sore itu, 7 November 2008, kurang lebih pukul 15.00 wib, Jogja diguyur hujan yang sangat deras..lebat…gelap….

Beberapa menit kemudian, saya yang sudah berada dikost, dikagetkan dengan kedatangan seorang teman saya yang rencananya baru saja ujian mid..

Heruu.. (panggilan kesayangan dikost)… hiks…hiks…kampusku….ancur Ru,,,, kursi-kursi beterbangan… GSP (Graha Sabha Permana) Ru… atapnya hilang…pohon-pohon tumbang….”

Ini gambar-gambar yang bisa ditangkap oleh teman saya pada sore itu..meski katanya sempat dimarah-marahin penduduk sekitar yang  tidak suka orang-orang mengambil gambar seenaknya, di moment yang tidk tepat Continue reading

Ujung-ujungnya (pasti) tentang gender….

Ceritanya gini, saya berencana mau penelitian di Baturraden (purwokerto) dah dari jauh-jauh hari. Saya memulainya sesuai dengan prosedur yang ada, yakni menyiapkan proposal penelitian. Dan akhirnya, Alhamdulillah sekarang soal itu sudah 80% beres (form 1,2) sehingga saya bisa meminta surat izin penelitian dari pihak akademik. Secara prosedur saya bisa dibilang sudah cukup baik, namun dari segi teknisnya saya masih kurang. Dari segi teknis yaitu bagaimana saya berangkat, disana mau tinggal dimana, dan bla-bla-bla lainnya saya masih belum begitu memikirkannya, hingga saat ini saya berada di titik kebingungan….

Beberapa hari sebelum saya siap berangkat, ada seorang ibu-ibu S3 yang menawarkan diri untuk menemani saya ke daerah Baturraden tersebut. Beliau bilang mau sekalian penelitian disana.

Jadi, nanti kalo mbak hera dah mau berangkat,bilang-bilang aja sama saya ya…” Continue reading