Hanya Sebuah Obrolan

#Prolog#

Siang itu menunjukkan pukul 2 kurang 20 menit. Di terminal bus purwokerto, saya langsung naik dan mencari tempat duduk terdepan. Saya bersebelahan dengan seorang bapak, entah seperti apa beliau saya tidak memperhatikan..

#PLN sebagai komoditas politik#

Setelah berhenti di POM bensin, saya tidak bisa tidur lagi. Dan mulailah saya dan bapak tadi berbincang. Ternyata beliau adalah seorang pegawai PLN. Usia berkisar diatas 50 tahun. Tampang (seperti) preman, dengan rambut gondrong yang sudah beruban, dan memakai topi. Ternyata beliau juga seorang anggota klub motor gede di jogja. Beliau saja kaget, kok tumben2nya ada orang yang mau duduk sebelahan sama dia dengan tampang beliau yang preman gitu, cewe’ pula, tegel banget cewe’ ini, pikirnya.

(bla-bla-bla..kami pun terus berbincang)

Saya: “Pak, sekarang mang lagi sering-seringnya pemadaman listrik ya?”

Beliau: “Ya.. itu kan emang bejalan bergiliran di tiap daerah.. setiap 20 menit sekali dilakukan pemadaman listrik bergilir.. ya taulah kondisi listrik di Indonesia sekarang gimana….”

(dan beliau pun bercerita panjang lebar)

“…. PLN memang dijadikan sebagai komoditas politik.. Lihat saja waktu kepemimpinan presiden S dulu.. Mungkin ini dampak dari kekuasaan beliau.. Pada masa itu banyak dibangun sub-sub bagian pembangkit-pembangkit listrik..dengan menggunakan minyak….”

(tiba2 jadi membicarakan pimpinan Negara..)

“Dulu…waktu zaman pemerintahan presiden M (wanita), saat diadakan pertemuan G7 di Amerika Serikat,ibu kita tersebut mengungkapkan keadaan negaranya seperti ini,, wahai bapak-bapak sekalian, tolonglah Negara kami, bantulah kami dalam mengatasi masalah pengangguran, dll…… Lalu, seorang AS bernama Robert M.S (Naranu?) menanggapi hal tersebut dengan mengajukan 3 pertanyaan kepada ibu Negara kita, apabila beliau dapat menjawabnya, maka akan langsung diadakan kontrak kerjasama diantara kedua Negara tersebut. Pertanyaan pertama, seandainya saya berkunjung ke Negara anda dengan membawa ‘harta’ saya, apakah ada payung hukum yang akan menjamin ‘harta’ saya tersebut tetap aman?? Kedua, ketika saya berkunjung ke Negara anda dengan membawa ‘harta’ saya, security apa yang akan dapat anda berikan ke saya? Lahan. Haruskah saya mencari lahan sendiri untuk ‘harta’ yang saya bawa? Tenaga Kerja. Haruskah saya membawa orang ketiga dari Negara lain ke Negara anda untuk mengelola ‘harta’ saya? Ataukah tenga kerja anda bisa mengelola ‘harta’ saya?.. Namun, tidak satupun dari pertanyaan itu yang dapat dijawab, maka berlalulah “tawaran” bantuan tersebut..”

Saya: “ bukannya kita punya tambang batu bara pak?kok kita masih kekurangan?”

Beliau: ”Nah, itulah Non, (hee..saya dipanggil Non). Begini, sejak jaman pemerintahan kita dulu, apapun dikaitkan dengan urusan politik. Saya pernah bertanya pada pertemuan APEC Juli kemarin pada Negara Singapura, mengapa Negara saudara tidak kekurangan listrik? Padahal di Negara saudara tidak ada tambang batu bara.. Mereka menjawab, kami punya tambang batu bara yang menjamin Negara kami hingga 250 tahun mendatang. Saat saya minta tunjukkan dimana pulau yang terdapat tambang batu bara tersebut, mereka menunjuk pulau Kalimantan. Dan mereka pun menjelaskan bahwa dulu mereka telah membelinya (untuk dana pemilu presiden beheula) satu kali masa pemilu, untuk 25 tahun. Mungkin hal itu telah berlangsung 10 kali hingga jaminan Negara mereka untuk batu bara selama 250 tahun..” (bayangpun????!!)

……

#T. Arsitektur VS T. SipiL#

Terjadi perbincangan diantara keduanya, saling gengsi satu sama lain, (hihihi..jangan marah ya kalo ada yang kesinggung, ni just kidding wae..’)

Arsi: “Kalau gak ada saya, gak bakalan ada bangunan seindah ini.. Kau mau bikin apa dengan balok semenmu itu?? Mau ngukur apa??haah???” (tertawa bangga…)

Sipil: ”Heh,, kalau gak ada saya, bangunan itu gak bakalan berdiri tegak seperti ini… Kau Cuma bisa nggambar, gak bakal ada artinya gambarmu itu tanpa saya..!!” (tidak mau kalah)

Arsi: “Apa kau bilang?? Balok semenmu itu mau kau bikin apa???? Bisa gak jadi apa-apa tanpa gambar saya ini..!!” (mulai menegang)

Sipil: “ Tanpa saya, gambarmu itu gak berarti apa-apa… hanya bisa dijadikan bungkusan kacang!..haahahaaa” (tertawa terbahak-bahak)

….. Begitulah perdebatan yang terjadi diantara keduanya, tanpa ending.. ???

Bagaimana dengan anak Mesin dan Listrik?? Kedokteran dan Farmasi??… Semua tentunya saling berkaitan satu sama lain.. Saling berintegrasi..

NB: Btw, tadi dah nulis panjang lebar, eh, belum ke save malah ke delete. Dah males nulis nih jadinya, ngantuk pula… *whoooaaah,,, ZZzzzzZZ*

saya juga mau minta maaf ma orang yang sepertinya marah sama saya,, tolong maafin dunk,,,, iya, kemarin saya salah sudah seperti itu…maaf,,maaf,,maaf….ampun…peace🙂 *berharap dia memaafkan saya*


20 thoughts on “Hanya Sebuah Obrolan

  1. Jika sebuah negara sudah tergadaikan sedemikian rupa, maka pemilu sebagai sebuah proses demokrasi sudah kehilangan makna. Siapakah lantas yang dipilih, pemimpin negara tertinggi yg berusaha mensejahterakan rakyatnya ataukah makelar negara tertinggi yang berusaha mensejahterakan kelompoknya?😥

    haduwh..iya ya Om.. Trus tar kita miliH siapa dong? (hah??kita???) *hi6x..ditimpuk pakacil*

  2. Batas keilmuan itu makin sempit. Dalam sains terapan seperti teknik sendiri, ada arsitek dan ada sipil yang “nyaris sama”.

    Tapi… kalo ilmu mengerucut, konyol juga kiranya kalo cara pandang juga jadi ikut sempit. Bagus itu postingan buat ngingatinnya😀

    banyak ilmu yang memang “nyaris sama” ya.. Tinggal kitanya aja yg mampu mengkombinasikannya atau gak.. Hmm.. Ok deh, thanks yow🙂

  3. Bangsa ini nga perlu neko-neko atau berbasa basi. Mengaku pintar, jujur, adil atau apapun yang hanya omong kosong. Solusinya cukup dengan rasa persaudaraan yang kental. Tidak akan ada lagi orang yang saling menjalimi, tidak ada lagi orang yang hanya memikirkan bagaimana memakmurkan pribadi. Sayangnya, negara ini sudah terlampau egois, malu belajar jujur dan adil. Ya, minimal remislah.

    sikap toleran rakyat kita lama kelamaan makin kecil ya…diikuti dengan sifat individualisme yang tinggi,.. Makin menyusahkan dalam hal bermasyarakat dan bernegara yang jurdil.. Masing2 mengutamakan kepentingannya sendiri.. Fyuh’,

  4. saya juga mau minta maaf ma orang yang sepertinya marah sama saya,, tolong maafin dunk,,,, iya, kemarin saya salah sudah seperti itu…maaf,,maaf,,maaf….ampun…peace *berharap dia memaafkan saya*

    *** bukan aku kan yang dimaksudkan oleh Hera???? ****

    wduwh mba,, kalo ternyata slama ini saya ada salah sama mb,saya minta maaf ya..
    Tapi maksud saya bukan mb kok, hee..🙂

  5. hahahaaaa….
    jadi ingat kul dulu, adu argumen siapa yg jago, arsitek ato sipil…
    memang pada saat kuliah dulu, kita paling merasa jurusan kita lah yang paling baik dan benar, tapi klo udah ngejalanin ato berkecimpung d dunia kerja pasti perasaan menang sendiri itu akan habis sendiri..
    karena klo udah d dunia kerja itu, nga ada satu disiplin ilmu yang benar, satu sama lain saling mendukung, itu lah yang namanya team work, menurut ewink siih..

    oiya, dapat award nih, check my webblog…
    tenang aja, bukan award makan tela ko, hihiiii…..

    hi6x.. Untung anak arsi satu ini gak marah biz baca postingan ini🙂
    tapi betul bin bener kan?diantara kedua kubu itu pernah terpikir hal demikian? Hehe..

    Hmm,award meneh??tapi ga keburu kan?..kamu tau lah wink,sekarang saya lagi sibuk apa.. Syuting kejar tayang..!! Wkakakak.. *ditimpuk ewink*

  6. logika yang setiap orang bisa memahami:
    kampanye (legislatif/presiden) jelas perlu dana, caleg/capres yg mau daftar harus menyerahkan “mahar” untuk biaya kampanye. setelah terpilih, tentu berpikir bagaimana modalnya kembali, boro2 mikir rakyat yang kesulitan minyak, listrik, sembako.

    kalo caleg/capres nggak punya dana, dia akan cari sponsor dari pihak lain/swasta.
    ujung2nya sama saja, “gak ada makan siang gratis, semua mesti ada imbalannya.

    kalo kampanye dibiayai perusaan asing/negara asing, bayangkan saja kalo mereka bisa mengatur kita, UU Kelistrikan harus menguntungkan mereka,….

    ah jadi ngelantur (emang kebiasaan)

    memang…hidup itu gak gratis…pasti adaaa aja hubungannya dg uang… Untungnya bernafas masih gratis,hehe,

  7. hati2 ngomong ma orang asing her, tar kamu diam-diam diculiknya trus dimintai tebusan ke ortumu

    iya ya san.. Dah ga sempat mikir gt lagi kemarin,,. Sekarang penculikan juga masih marak ya.. Fyuh’,untungnya kemarin ga kenapa2..

  8. there’s no free lunch anyway (hm.. kalo makan pagi ma malemnya apalagi kali ya, kalo pun ditraktir pasti yang ntraktir ada maonya)..btw, gw omong apa seh ?

    hahaha,..gapapa mb🙂

  9. obrolan yang menarik nihh, lumayan buat nambah wawasan..
    dari obrolan kamu tadi, saya jadi kepikiran ternyata mantan pemimpin kita ‘Nista’ banget yaa ?!
    parah banget dahh kalo emang ini sungguhan… berarti orang2x super kejam dan egois itu ternyata ngga cuma ada di film sinetron doang yaa. Didunia nyata juga ada

    thx buat artikel menarik ini,
    Keep Blogging !

    iya tuh, ternyata sinetron gak selamanya gak bener ya..hee.. Makasih ya.. Ini gak seberapa ma tutorial yg ada ditempatmu,he.. Ajarin lagi dunk.. (ngarep mode on’)

    keep blogging juga ya🙂

  10. Hmmm, maaf salah komen, ini auto fill form nya error…. demokrasi yang membuat kita jadi individualis…. musyawarah mupakat ? ngga ada kayaknya jaman sekarang

  11. itu lah letak salahnya.. bukan cari cara gimana kelolanya tapi cari cara gimana biar ada hasilnya… ke injek dah jadinya..

    tapi tenang dah saya maaf kan kok.. whehehehe.. *kidding..😀 *

  12. darling…kolom aboutnya mana sih
    heheheh

    salam kenal ya…

    tag line blognya keren😛

    soundtrack of my life hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s