Sampai Hampir Lupa..

Dering SMS beberapa saat lalu.. isinya:

” Kam sudah tuntungkah pkl?”

Lalu saya balas, “Sudah lawas, pas Juli semalam tulo??”

SMS balasan datang, “KKN maksudku”

Terus saya balas lagi, “Sudah, mang kenapa?”

Lalu diakhiri dengan SMS, “Kada ai”

……

Itu adalah pesan singkat yang saya terima beberapa waktu lalu, dari seorang yang jarang sekali (bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari) mengirim pesan singkat ke saya.

Dia adalah kakak saya yang pertama. Yup! Kakak saya..

Entah ada angin apa dia mengirim pesan singkat ke saya. Saya saja sampai kaget, bahkan awalnya bingung, siapa pengirimnya..karena nomornya pun tak tercantum di phonebook hp (saking ga pernahnya saya berhubungan dengannya)

Memang, kami bisa dikatakan tidak cukup dekat satu sama lain. Masih mending kakak kedua, saya masih pernah SMS’an dengannya.. Tapi, dengan kakak pertama saya ini, saya sangat jarang berkomunikasi dengannya. Terakhir ketemu seingat saya ya pas liburan Juli 2008 kemarin, bersamaan dengan kakak kedua juga..

Mungkin karena kami jarang ketemu, makanya “berasa” sedikit asing satu sama lain..

Waktu kecil pun kita sering berantem.. Pasti hal biasa dalam satu keluarga, kakak dan adik berantem pas masa kecilnya. Begitu pula saya dengan kakak pertama. Sedangkan dengan kakak kedua, saya tidak pernah berantem, karena dia selalu mengalah untuk saya..

Jujur saja, sebenernya saya sangat senang punya kakak.. Bahkan kalau disuruh memilih antara kakak perempuan atau laki-laki, saya akan lebih memilih untuk mempunyai kakak laki-laki dibandingkan kakak perempuan.

Mengapa demikian..???

Karena saya tergolong anak yang cukup manja, saya akan sangat senang bila kakak laki-laki saya mampu menjaga saya. Dalam hal yang tidak konteks menjadikan mereka sebagai bodyguard saya, tapi dalam hal melindungi.

Namun, sebenernya saya juga tidak begitu suka untuk dilarang oleh mereka..

Jadi ingat suatu peristiwa lama..dimana kedua kakak saya memperingatkan agar saya tidak bersama laki-laki itu.. Entah dari sudut pandang mana mereka bisa berpikiran kalau laki-laki itu tidak baik untuk saya…

Tapi apa yang saya lakukan????….

Saya menghiraukan perkataan dan nasehat mereka kala itu… Saya malah membela laki-laki itu… Padahal sekarang terbukti bahwa perkataan kakak saya tersebut adalah benar..

Maafkan saya kala itu ya, Kak…

Kembali ke pesan singkat tadi..

Saya cukup kaget menerimanya, bahkan saya sampai hampir lupa, kalau saya punya kakak..

Maaf (lagi) Kak..

Karena apa..? Sampai detik ini, saya belum begitu cukup merasakan bahagianya mempunyai seorang kakak…

Maafkan saya.. mungkin saya juga belum cukup membuat kalian bahagia dengan mempunyai adik seperti saya..

NB: ditulis dalam keadaan capai, lelah dalam melewati hari yang tak cukup bersemangat..

9 thoughts on “Sampai Hampir Lupa..

  1. cobalah merenung kembali….dan sapa kembali kakakmu dan katakan kau sayang padanya dan itu pasti akan membuatnya sangat bahagia…

  2. Wakakak, phobia stadium 5 1/2. Tetap saja pada akhirnya kau harus memilih satu laki-laki untuk menemani hidupmu. Tapi aneh juga kedua kakakmu mengatakan jangan mendekati laki-laki, padahal salah satu diantaranya adalah laki-laki.

  3. @rezaldo: huff..ko kayanya berat ya?hee..

    @manusiahero: yup..

    @syafwan: “..padahal salah 1 diantaranya adalah laki2..”
    heh??kakak q dua2nya laki-laki ko..
    Dan maksud mereka ngelarang kemarin,untuk seorang lelaki yang pernah berhubungan dgnku,yang mereka liat di fs..๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s