Masalah Berat Badan

Berawal dari status Facebook saya tadi siang, yaitu

habis baca iklan di FB, katanya, suami tambah sayang setelah turun berat badan (sekian, sekian)… whuaaa.. kelaut aja deh suami2 yang cuma liat fisik gitu, -,-

Ternyata banyak kaum hawa yang menyukai status saya tersebut. Mungkin lantaran mereka juga mempunyai pikiran yang sama terhadap kaum adam yang mana kebanyakan dari mereka hanya melihat fisiknya saja. Dan kita, tidak menyukai hal tersebut :p

Hanya saja, para adam yang merespon status saya tersebut kebanyakan tidak setuju (yaah, pasti lah), mereka mencari pembenaran tentang hal itu, dan begini respon dari mereka:

Untung belum jadi suami. Dari respon ini, dapat diketahui kalau dia juga setuju dengan pendapat saya tersebut, hanya saja sekarang dia belum berstatus sebagai suami (ya kan Sen? hehe)

Dianalogikan dengan perumpamaan yang lain. Salah seorang teman saya bilang gini, “tau gak kalo suami tambah sayang kalo dibikinin minuman anget tiap pagi ?? hehe… kelaut aja ya buat suami yang cuma liat minuman anget nya :p “. Ternyata dia menganalogikan bahwa bukan minuman anget intinya. bukan turun berat badan intinya. tapi bagaimana seorang istri berusaha menyenangkan suaminya. seorang istri wajib “berusaha” tampil secantik mungkin dan semenarik mungkin di depan suami. belum tentu turun berat badan itu bagi suami menarik. karena lelaki pun bisa malu kalo istrinya kurus banget. jika memang suami senang kalau istri lebih kurus, apa sebagai istri kamu gak mau menyenangkan suami dengan menjadi lebih kurus ?? jika suami senang dengan “hanya” dibuatkan kopi di pagi hari, apa kamu sebagai istri gak berusaha bangun pagi, meski”hanya” sekedar membuatkan ia kopi ?? hehe… just take the point….”

Trus dia lanjutkan “…begitu pula suami. semua cowok mengerti, cewek senang dengan uang. tentu saja ia akan berusaha mendapatkan pendapatan lebih besar salah satunya untuk menyenangkan istri. istri akan “tambah” sayang suami jika suami pendapatannya makin bagus. jika ada kondisi seperti itu, apakah perlu ke laut aja buat cewek kayak gitu ?? nggak juga kan ?? karena yang dilihat bagaimana usaha suami menyenangkan istri..”

Oke, saya setuju dengan pendapatnya tersebut, yaitu atas dasar menyenangkan suami. Hanya saja, suami jangan rewel juga, jangan terlalu banyak maunya terhadap isteri… cukup kira-kira hal yang mampu dilakukan isteri saja lah, masa ya si suami mau nyerai’in isterinya kalau berat badannya diatas 50 kg?? ga segitunya juga kan ya? hehe😀

Ada komentar lain juga, demikian

Menyerang balik. “itu emang bener kok….klo kamu ga setuju….malah kamunya entar yang di buang kelaut…heheheheh” Yah, ini nih yang namanya pembelaan diri super.. menyerang balik kata-kata yang saya buat. Kalau sudah seperti ini, kita sebagai kaum hawa jangan sampai mau terlalu mengikuti apa yang dikatakan kaum adam, terlebih jika dia belum menjadi suami kita, :p

Satu-satunya komentar dari kaum hawa, yaitu

Hukum membalas dendam. “kn mank co kygt smua ne,, liat fisik prtm’x,,  jd klo mau ngliat co jg dri fisik’x jg,,, (hukum balas mbalas,,,) :)) ” Kalau untuk komentar ini saya hanya tersenyum mengiyakan (hihiihi ) :p

Oya, satu komentar lagi dari kaum adam (namanya benar-benar Adam),

Pura-pura tidak tahu maksud. “beapa kelaut her? mancing?. Secara tidak langsung, sepertinya dia pun mengiyakan apa yang saya maksud, hanya saja dia mencoba mengalihkan arah pembicaraan, hehe😀

Oya, lanjutan dari komen teman saya yaitu

satu hal yang perlu kamu tahu…

pada dasarnya…. silakan survei…. semua cowok itu playboy… hehehe…. dan pada dasarnya…. semua cewek itu…. hehehe… jawab sendiri yaa… just take it easy for granted…. dont be serious😛

SAYA SETUJU, semua cowok playboy, hehehe :p

Sayangnya, sepertinya dia membalasnya ke kaum cewek, kalau semua cewek itu… (matre??)😦

Oke, apapun itu, satu hal juga yang perlu kalian tahu (kaum adam) kita para hawa memang agak sensitif jika membahas masalah berat badan. Meskipun kalian (ada beberapa) yang tidak mempermasalahkan hal tersebut, kita tetap saja (agak) mempermasalahkannya. Jadi, jangan heran dengan hal itu ya.. dan juga jangan pernah bosan mendengarkan cuap-cuap kita mengenai hal tersebut, makasih😉


8 thoughts on “Masalah Berat Badan

  1. hahaa..iyaaa…saya juga setuju (pake huruf kapital), mata mereka ga bisa lepas dari pandangan cewe’ bening:mrgreen:
    tapi, tapi, katanya kita (mata kita) juga ga lepas dari pandangan materi??😦

  2. pokonya tetap bersyukur az … yang penting diberi kesehatan oleh Allah … kalau mau agak kurusan tapi jadi sakit2an gimana???? iya kan Her???

  3. Wah berat, masalah gender lagi…. isinya hampir sama seperti beberapa postingn wanita karir berpwndidikan tinggi yang pernah saya baca beberapa waktu lalu di media blog punya tetangga…

    Intinya menuntut perlakuan yang sama serta hak yang sama, masalah kewajiban tidak dibahas sama sekali.

    Nyatanya, hanya sedikit wanita yang menyadari dan mengerti benar betapa mulianya tugas seorang wanita sebagai seorang istri bagi suaminya dan sebagai seorang ibu bagi anak2nya.

    Sebagai Istri bagi suaminya, ia adalah manager keuangan dan seorang personalia, bertugas mengelola keuangan dan menegur sekaligus melusruskan ketika sang suami melakukan penyimpangan. Sebagai Ibu dari anak-anaknya, ia adalah seorang ibu yang memberikan pendidikan dini, membentuk dan mengarahkan karakter sang anak sesuai dengan tujuan yang dikehendaki, keberhasilan seorang anak adalah bukti besar keberhasilan didikan orang tua, terutama ibu.

    pesan saya, jangan sampai meracuni pikiran sendiri dengan hal yang menjerumuskan, kembalikan semua kepada akal sehat, terlepas dari penilaian Kaum Adam terhadap Kaum Hawa pun sebaliknya, jadikan itu sebagai Intropeksi, toh hasilnya untuk kebaikan, mungkin itu untuk kebaikan kalian juaga, dan pada akhirnya Kaum Hawa juga yang merasakan kasih sayang itu kan, iya ga her…?

    Tidak semua Kaum Adam berprilaku sama, dan tidak semua Kaum Hawa pun berprilaku sama, saya yakin dalam diri semua manusia sejahat apa pun kelakuanya, tetap masih ada sisi baik yang tersisa, paling tidak untuk keluarganya sendiri. Mungkin masalah berat badan adalah salah bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan, saya cuma masalah penyampaian saja yang kurang tepat kalimat, atau bahkan kurang tepat waktu, maksudnya kalimat himbauan menguruskan badan disampaikan sang suami ketika sang istri lagi sensi karena hal tertentu, sehingga terjadilah salah tanggap dan salah mengartikan, kebalikan dari yang Nia sampaikan, kalau gemuk tapi penyakitan Kaum Hawa mau nggak?

    Sebagai seoran lelaki tulen saya mengakui kelemahan Kaum Adam dalam hal menyampaikan kritik dan saran kepada lawan jenisnya, kadang kami kurang mengerti waktu sensitif dan bagaimana cara menyampaikan saran dan kritik yang benar menurut Kaum Hawa.

    sorry, panjang banget commentnya… *peace…!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s