Sakit gigi-ku

Hanya ingin berbagi sedikit cerita hari kemarin… yup, hari kemarin.. adalah hari pertama saya di Jogja setelah perjalanan pulkam saya yang cukup lama di pulau Kalimantan.. (hahaa, lebayy)

Pagi diawali dengan rasa sakit gigi yang tak kunjung reda dari malamnya. Heran juga dengan sakit gigi ini, kemarin, pas dirumah ditunggu-tunggu sakitnya malah tak kunjung datang.. Alhasil niat berkunjung ke dokter gigi langganan dirumah pun tak berlangsung… eh, ini, pas baru nyampai Jogja malah langsung nongol sakitnya😦

Lanjut ke pagi tadi, diawali dengan sarapan bubur ayam Syarifah di depan GOR UNY yang merupakan hasil tanya kuliner yogya via twitter (hahaa…maklum, nda gitu tau kuliner yogya) Acara sarapan ditutup dengan meminum obat sakit gigi yang telah dibeli sebelumnya di K-24 Gejayan, yaitu ponstan.. -daritadi nyebut merk tempat mulu ya? ga papa deh😀

Ohya, sebelumnya didatengin si om warm menyerahkan charger laptop tercintanya yang ketinggalan😉

Alhamdulillah rasa sakitnya berkurang.. Perjalanan dilanjutkan ke daerah Kotabaru untuk mencari helm. Yup, helm. Helm saya di kost raib entah kemana setelah saya tinggal penelitian ke Sukabumi kemarin…

Waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, ternyata masih banyak yang belum buka, dan alhasil saya urungkan mencari disana. Lalu beralih ke daerah gejayan, ada toko helm. Namun sayangnya juga tutup.

Perjalanan mencari helm pun akhirnya diurungkan karena perut saya sudah mulai berputar-putar alias saya sudah tidak tahan untuk berkeliling dengan menggunakan box roda empat itu :( *kasiaan.. sak jane ndeso ik*

Baru berapa menit sampai kost, keluarlah cairan dalam perut saya, *up’s maaf*

Dan setelah itu saya tidak sadar selama kurang lebih 2 jam, alias tertidur karena pengaruh obat.

Dan waktu shalat Jumat pun selesai, rencana kami berikutnya adalah nonton. Sebelumnya saya sudah cek di 21.cineplex.com untuk jadwal Resident Evil: Afterlife 3D siang, yaitu pukul 14.10 dan 14.40. Ketika itu waktu baru menunjukkan pukul 13.00 wib. Akhirnya kita memutuskan untuk makan siang dulu di Bebek Goreng H. Slamet cabang Gejayan… Dah lama banget saya pengen makan begor paha remuknya pak Slamet😀

Jam 2 kurang kita udah selesai makan, dan kita pun menuju XXI di Jalan Solo..

Akhirnya kami memilih yang pukul 14.40, untuk mendpatkan kursi yang masih agak tengahan.. karena nonton dibagian paling depan itu sunguh-sungguh tidak enak, kepala kita bisa tengkleng ndongak mendadak karenanya *halah, bahasa apaan coba??*

Alhamdulillah acara nonton saya tidak begitu terganggu dengan kondisi sakit gigi, meski tangan terus ngusapin minyak angin aromatherapy ke pipi bagian kiri bawah😦

Pokoknya, resident evil: afterlife 3D nya seru banget! Apalagi karena saya suka nonton film thriller/ horror rame-rame, ditmabah dengan layar super gede dan efek 3D, mantab deh!!😀 *ternyata yang disebelah saya agak takut2 nontonnya, hahaa* :))

Kembali, setelah nonton sakit giginya masih terus sakit… Akhirnya ke Kotabaru, nyari helm, kemudian dia bawa saya ke Panti Rapih untuk periksa gigi… *heran juga, kenapa saya mau ya?? padahal ga ada rencana sama sekali*

Antri lama disana, akhirnya masuk ruang periksa juga sekitar jam7 kurang.

langsung dicabut aja ya….

dan inilah kondisi pasrah saya ketika dicabut… *ternyata dia diam2 mengambil gambar ini tanpa sepengatuhan saya, huh!😦

Dan saya pun dengan pasrah dicabut, padahal setau saya selama berkunjung ke dokter gigi, ga boleh dicabut gignya dalam keadaan sakit, mesti diredain dulu sakitnya, baru kemudian dicabut.. Tapi, drg. Stella tidak demikian, dengan hanya memberikan beberapa kali suntik bius di gigi saya, dia dan rekannya melakukan aksi cabut gigi tersebut… dan ketika itu, saya benar-benar tidak merasa sakit sama sekali, tau-tau disuruh kumur-kumur aja… dengan banyak darah di mulut saya *up’s, maaf lagi*

digigit ya kapasnya, jangan dilepas sampai setengah jam… makan-minum yang dingin untuk malam ini, jangan panas, ok?

siap dok, kata saya dalam hati.

Baru beberapa langkah setelah keluar dari ruang periksa, saya merasakan rasa sakit yang luar biasa pada gigi saya yang habis dicabut tadi. Yup! Rasanya sakiiiiiiiiiiit banget, melebihi rasa sakit yang saya alami sebelum dicabut..

Dan tanpa saya sadari, airmata keluar begitu saja, dan saya hanya diam membisu… hanya bisa berkomunikasi dengannya dengan bahasa isyarat😦

Akhirnya kami ke Galeria, memutuskan untuk belanja dan makan malam disana (yang seharusnya saya ingin ke mirota kampus). Daftar belanja untuk cemilan pun mendadak saya tiadakan karena kondisi gigi yang membuat saya tidak bernafsu untuk ngemil…😦

Bingung mencari makanan apa yang menunya dingin… akhirnya diputuskan untuk ke Bee’s saja.. Saya juga lagi malas makan. Lalu kita memutuskan untuk makan seporsi berdua (Haasyaah, sok romantiiis…..akibat sakit gigi doang ini) :p

Dan akhirnya sampai kost jam 9 malam… mandi.. dan tepar…. *eh, malamnya kebangun, seperti biasa…😦

Apapun, cuma mau bilang, terimakasih  kepada-Nya untuk hari ini🙂

8 thoughts on “Sakit gigi-ku

  1. Sakit gigi ntuh sakit nyang paling menjengkelkan.. apa aja jadi buat darah tinggi.. ya kah…?
    Kalo gigi dicabut yang buat sakit hati ya ndak bisa tumbuh lagi hahay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s