Jadi Ibu, alhamdulillah..

Taraaaa…
Setelah sekian lama ga nulis di blog, akhirnya nulis lagi. Bahkan cerita-cerita saat hamil lupa untuk dimasukin blog… Padahal kan seru… Dari awal mula tau kalau hamil, setelah beberapa kali testpack tapi selalu negatif, terus masa-masa ngidam, mual-mual, ga boleh makan ini itu, dst…😀

Alhamdulillah… Akhirnya resmi jadi orangtua pada tanggal 20 Desember 2014. Ketika hamil, apa yang dikhawatirkan adalah proses persalinan, sakitnya bagaimana, dan segala macamnya. Beruntung, saat hamil sempat ikut yoga prenatal, dimana dari latihan tersebut lalu kenal lah dengan sesama bumil atau mereka yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Dan dari situ pula kenal gentle birth, yaitu bahwa melahirkan itu adalah proses alami dari dalam tubuh wanita melalui proses pemberdayaan diri. Dan setelah mengikuti beberapa kelas bumil, maka pikiran tentang proses persalinan pun menjadi lebih tenang. Terima kasih suami yang ikut berperan mengikuti itu semua🙂

Dan…. Cerita persalinannya singkat aja ya. Hari jumat sore menjelang magrib mulai sering kontraksi (sebelumnya jarang mengalami kontraksi palsu), lalu keluarlah bercak merah. Sehabis magrib, periksa ke bidan, ternyata baru bukaan 1. Kemudian kami pulang. Semalaman saya ga bisa tidur, tiap mau merem, kontraksi, begitu terus sampai pagi. Alhasil paginya ga bisa dimasukin sarapan alias mual. Jam 9 langsung ke bidan lagi, baru bukaan 2-3. Karena saya sudah ga tahan, jadi ga pulang, alias stay disana sampai lahiran.

Siangnya jam 2an, masuk ruang persalinan, baru bukaan 6 kayanya. Ga lama, kontraksi makin sering, tapi kepala bayi belum turun banget. Alhasil pas bukaan hampir lengkap saya diinduksi. Bla bla bla…. Kontraksi akibat induksi makin seeing dan makin sakit. Saya ga bisa nahan untuk tidal mengejan. Dan mungkin karena kecapekan, nafas saya jadi pendek-pendek. Pas bidan nyuruh ngejan panjang saya ga sanggup…rasanya mau ketiduran saat itu…. Hingga akhirnya Bu bidan bilang divakum aja, saya langsung ngejan kuat…dan alhamdulillah keluarlah si dedek bayi.🙂

IMG_20141225_172829

Senengnya setelah Afa keluar, langsung IMD… kalau kata orang sesi penjahitan itu ga kerasa karena kita lihat si bayi, saya tidaaak….. Masih kerasa meski sudah di anastesi. Hahaa.,…. Sakitnya tuh disonoooo :’))

Saya pikir, setelah bayi lahir, semuanya akan senang-senang, tapi oh tetapi. Persalinan bukanlah akhir dari segalanya…. Masih ada tahap menyusui. Yak. Tahap yang saya pikir cuma begitu aja, kasih nen, hap, diminum sama si bayi. Dan ternyata tidak begitu sodara-sodaraaaa….. :’)))

Nantikan kisahnya ditulisan berikutnya yaaa… (Hahaa…kayak apaan aja)

One thought on “Jadi Ibu, alhamdulillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s